Bandung (3/9/2019). Kemiskinan terus menjadi masalah yang menakutkan di Jawa Barat. Bappeda Jawa Barat merilis data bahwa angka  pemerataan pendapatan dan pengurangan kemiskinan di Jawa Barat ada di angka 6,13%. Angka tersebut menjadi salah satu yang paling buruk di Indonesia. Kondisi tersebut juga diikuti dengan masalah pengangguran di Jawa Barat di mana menurut angka dari BPS, Jawa Barat ada di posisi pertama sebagai penyumbang pengangguran terbanyak di Indonesia.

Dikutip dari Kepala Bappeda Jawa Barat, Taufiq Budi Santoso kemudian menambahkan bawa para peneliti kemudian diharapkan mampu menemukan masalah utama perekonomian di Jawa Barat, termasuk masalah pengangguran. Dari riset tersebut juga diharapkan lahir solusi nyata bagi masalah tersebut.

Sinergi antara para akademisi di universtas dan juga pemerintah daerah sangat diperlukan untuk penyelesaian masalah ini. Universitas Padjadjaran, salah satu perguruan tinggi nasional harus bergerak aktif untuk bisa memberikan solusi untuk permasalahan yang ada di Jawa Barat, termasuk permasalahan kemiskinan di wilayah Jawa Barat. Hal itu diungkapkan oleh Keri Lestari sebagai peserta penjaringan bakal calon rektor 2019-2024.

“Intinya adalah sinergi. Unpad harus selalu bersinergi dengan pemerintah untuk menawarkan solusi dari riset yang terintegrasi dengan masalah yang dihadapi pemerintah, termasuk dalam permasalahan ekonomi di Jawa Barat untuk mewujudkan Jabar Juara dan Indonesia Maju” ujar Keri.

Keri kemudian mengatakan bahwa Unpad memiliki tujuan untuk menjadi sociopreneurial university. Unpad sedang menyiapkan lulusannya untuk bisa memiliki usaha berbasis teknologi yang tidak hanya mencapai profit, tetapi harus memberikan dampak positif bagi lingkungan. Salah satunya adalah dengan membuka lapangan pekerjaan. Apalagi saat ini, Universitas sudah memasuki generasi keempat.

“Mengacu pada model Universitas generasi keempat di mana universitas tidak hanya sekedar menghasilkan professional, ilmuwan, dan juga pengusaha. Tetapi juga lulusan yang memberikan solusi untuk masyarakat,” jelas Keri.

Selama ini, Keri sudah mendorong para sivitas akademika di Universitas Padjadjaran untuk melahirkan inovasi yang selain bernilai ekonoms juga memberikan dampak positif bagi pengembangan wilayah. Beberapa produk baru kemudian dihadirkan oleh Keri. Salah satunya adalah Teh Dia, teh yang ramah bagi pengguna diabetes.

““Pengembangan produk “Tehdia” juga menggunakan model sosioteknopreuneur. Konsep ini mengedepankan kondisi sosial masyarakat untuk mendapatkan teknologi tepat guna dan arahkan masyarakat terlibat untuk sisi entrepreneur produk ini,” kata Keri Lestari