Bandung (2/9/2019). Saat ini, dunia memasuki era Suistinable Development Goals (SDG’s) dengan prinsip utamanya yaitu no one left behind. Seluruh bangsa, termasuk Indonesia, mengedepankan prinsip pelaksanaan dengan inklusivitas, yakni melibatkan baik unsur pemerintah maupun non pemerintah seperti pelaku usaha, filantropi, organisasi masyarakat, juga akademisi dan perguruan tinggi agar semakin banyak masyarakat yang terlibat.

Hal tersebut menuntut perguruan tinggi harus memberikan dampak nyata dengan kewajiban tri dharma perguruan tinggi yang dimiliki oleh semua kampus. Pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian pada masyarakat harus berdampak nyata bagi masyarakat Hal tersebut diungkapkan oleh Keri Lestari, Peserta Penjaringan Bakal Calon Rektor Universitas Padjadjaran periode 2019-2024.

“Sekarang semua stakeholder dalam perguruan tinggi harus mengoptimalkan tri dharma perguruan tinggi untuk pengembangan di sekitar wilayah kampus,” ujar Keri Lestari.

Saat ini, Universitas Padjadjaran sudah memiliki SDG’s center yang telah bekerja selama dua tahun terakhir.  SDGs Centre dibangun untuk membuat sebuah studi mengenai SDGs yang nantinya akan menghasilkan rekomendasi kebijakan pada pemerintah daerah.

Dalam strateginya di kontestasi pemilihan Rektor Universitas Padjarajan, Keri Lestari ingin menyinergikan seluruh sivitas akademika di Universitas Padjadjaran untuk memberikan sumbangsih nyata untuk Universitas Jawa Barat. Apalagi Saat ini, universitas sudah sampai di generasi keempat. Universitas tidak hanya dituntut untuk menghasilkan lulusan yang menjadi professional, ilmuwan, atau pengusaha. Para lulusan dari universitas generasi keempat ini harus memberikan sumbangsih nyata kepada pengembangan wilayah.

 “Kata kunci utamanya adalah sinergi. Kita (Unpad) harus bisa terus bersinergi dengan pemerintah Jawa Barat untuk bisa memberikan solusi nyata yang impactful bagi masyarakat Jawa Barat dan membantu mewujudkan Jabar Juara,” tambah Keri.