Dunia sudah memasuki era digital di mana tuntutan terhadap kualitas Sumber Daya Manusia lulusan perguruan tinggi semakin tinggi. Kuantitas bukan lagi menjadi indikator utama kesuksesan bagi suatu perguruan tinggi, melainkan kualitas lulusannya. Kesuksesan sebuah negara dalam menghadapi revolusi industri 4.0 erat kaitannya dengan inovasi yang diciptakan oleh sumber daya yang berkualitas, sehingga Perguruan Tinggi wajib dapat menjawab tantangan untuk menghadapi kemajuan teknologi dan persaingan dunia kerja di era globalisasi.

Dalam menciptakan sumber daya yang adaptif dan inovatif dalam menghadapi perkembangan zaman, perguruan tinggi harus senantiasa menyesuaikan sarana dan prasarana pembelajaran dalam hal teknologi informasi dan komputerisasi. Kampus yang memfasilitasi infrastruktur pembelajaran tersebut diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang terampil dalam aspek literasi data, literasi teknologi dan literasi manusia. Terobosan inovasi akan berujung pada peningkatan produktivitas industri dan melahirkan perusahaan pemula berbasis teknologi, seperti yang banyak bermunculan di Indonesia saat ini.

Peserta penjaringan bakal calon rektor Universitas Padjadjaran periode 2019-2024, Keri Lestari, menjelaskan bahwa Universitas Padjadjaran harus memastikan hal tersebut dimiliki oleh seluruh sivitas akademika, termasuk dosen dan tenaga kependidikan (tendik).

“Sebagai sebuah lembaga pendidikan, Universitas Padjadjaran harus mampu memberikan jaminan terkait dengan penyelenggaran layanan pendidikan yang berkualitas sesuai dengan zamannya. Saat ini sudah memasuki zaman teknologi, maka itu harus kita fasilitasi dengan perkembangan teknologi juga,” jelas Keri.

Keri mengatakan bahwa ia akan memprakarsai system digital learning di Universitas Padjadjaran dengan melakukan pembenahan pada infrastruktur dan juga kurikulum yang mendukung proses pembelajaran di era digital. Integrated Information System akan lebih dimaksimalkan untuk mendukung proses digital learning tersebut. Para alumni kemudian akan turut dilibatkan untuk terlibat dalam proses pembelajaran.

“Kita akan terus bersinergi dengan para alumni. Mereka bisa membagi pengalamannya sebagai yang sudah menjadi praktisi di era teknologi dalam bidangnya masing-masing,” tambah Keri.

Era teknologi bakal dimanfaatkan juga untuk mengembangkan budaya Sunda. Keri akan mengembangkan program digitalisasi Budaya Sunda yang saat ini sudah berjalan di Universitas Padjadjaran. Tujuannya agar mahasiswa Universitas Padjadjaran dan seluruh generasi muda yang ada di Jawa Barat bisa terus menikmati budaya Sunda lewat media yang lebih modern.

“Ini akan menjadi bukti cinta dan kontribusi nyata kami(Universitas Padjadjaran) kepada Jawa Barat. Apalagi kita sudah memasuki era universitas generasi keempat di mana seluruh sivitas akademika harus memberikan sumbangsing nyata untuk pengembangan Regional. Unpad ya harus nyaah ke Jabar.” Tutup Keri.