REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Belum lama ini, Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam pertemuan dengan sejumlah pemimpin redaksi media massa mengatakan, tahun pertama kepemimpinannnya merupakan fase investasi. Setelah investasi, maka fase selanjutnya adalah akselerasi. Dengan akselerasi, maka buah hasil yang diharapkan dari kepemimpinannya bisa segera dipetik.

Ketiga tahapan itu menjadi prosedur baku pada lembaga atau organisasi yang memiliki niat atau spirit untuk maju dan besar. Paparan Kang Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil, seolah mengingatkan kita pada kondisi kekinian dari kampus kebanggaan NKRI, khususnya Provinsi Jawa Barat, yakni Universitas Padjadjaran (Unpad).

Jika bercermin pada narasi orang nomor satu di Provinsi Jabar itu, maka kondisi Unpad saat ini memasuki fase akselerasi. Semua sepakat, fase investasi dan akselerasi bukanlah situasi yang tepat bagi kita untuk menikmati hal-hal yang mengenakan. Kedua fase itu sarat dengan kerja keras.

Unpad sejak 2018 berhasil bertengger sebagai World Class University (WCU). Menjadi WCU bukanlah tujuan terakhir dari Unpad. Predikat WCU seolah menjadi trigger atau pemantik untuk berlari menjadi kampus besar di Mancanegara.

Seperti kita ketahui, banyak akademisi, profesional, teknokrat, hingga pelaku wirausaha yang dilahirkan dari kampus berusia 62 tahun itu. Upaya melahirkan sumber daya manusia tersebut tetap akan menjadi fokus Unpad. Lebih dari itu, saat ini Unpad tengah mengakselerasi langkahnya demi mewujudkan amanat eksistensinya di Tanah Air, khususnya di Provinsi Jabar.

Kolaborasi atau sinergi menjadi kata kunci yang akan diimplementasikan oleh Unpad. Dalam menggapai cita-cita besar Unpad tersebut, Wakil Rektor Bidang Riset, Kerjasama, Inovasi, dan Korporasi Akademik Unpad Dr Keri Lestari menjadi salah satu figur yang terlibat.

Keri menyadari betul, dengan sinergi lintas lembaga, maka aset dan karya riset yang menjadi keunggulan perguruan tinggi, khususnya Unpad, bisa menghadirkan manfaat yang lebih nyata dan massif bagi bangsa ini.   

Itulah yang melatarbelakangi Unpad sejak tahun lalu menggulirkan Program Riset Unggulan Unpad dan Kerjasama untuk Masyarakat Sejahtera (Riung Karsa). Riung Karsa merupakan salah satu upaya untuk menyinergikan antara karya akademik dengan kemaslahatan bangsa.

Paling tidak, menurut Keri, potensi yang dimiliki Unpad itu bisa menjadi kebutuhan masyarakat dan industri. ‘’Unpad memiliki segudang peneliti di dalamnya. Kami sengaja mendorong karya para peneliti di kampusnya dapat dikonsumsi oleh industri dan masyarakat,’’ ujarnya.

Para dosen peneliti dan tenaga kependidikan Unpad, kata dia, dipersilahkan untuk menyelenggarakan aktivitas riset dan pengabdian kepada masyarakat secara gencar. Keri menyebutkan, Riung Karsa akan mengangkat sejumlah tema dan upaya untuk disinergikan dengan sejumlah pihak.

‘’Kami tidak bosan-bosannya menegaskan, hasil riset harus maslahat untuk masyarakat dan bangsa ini,’’ tambah Keri. Diakui dia, Unpad berkewajiban turut menyelesaikan persoalan bangsa. Menularkan hasil riset unggulan ke masyarakat, tegas dia, merupakan salah satu cara Unpad berkontribusi terhadap bangsa.

Strategi untuk Mahasiswa

Seiring dengan menggapai cita-cita besar itu, pihaknya juga menggulirkan sejumlah solusi untuk para mahasiswanya. Keri menawarkan solusi berkelanjutan untuk memudahkan mahasiswa mendapatkan kesempatan dan beasiswa bertaraf internasional, serta memfasilitasi pertukaran pelajar antara World Class University lainnya.

Strateginya, yakni dengan mengaktifkan kembali Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Karir, serta membuat Direktorat Kerjasama dan Alumni (regovernansi). ‘’Saya akan mengaktifkan kembali Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Karir, agar mahasiswa mendapat dukungan untuk berprestasi dan mengembangkan karakter,” kata Keri.

Selanjutnya, papar Keri, Career Development and Scholarship Centre untuk coaching clinic dan pendampingan start-up, dan inkubasi bisnis mahasiswa. Kemudian, membentuk tim sukses Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) dengan diawali Pekan Ilmiah Mahasiswa Unpad (PIMPAD).

Pihaknya juga akan segera memfasilitasi Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Kemudian, untuk menyikapi fenomena-fenomena yang tidak diinginkan dalam kehidupan mahasiswa seperti pelecehan seksual, bunuh diri, stres, dan lain sebagainya, Keri menawarkan Program Hidup Sehat Bersama Sahabat (HEBAT).

Program ini akan membentuk peer councelor dari mahasiswa agar satu sama lain dapat saling berempati dan peduli terhadap kesehatan mental. Selanjutnya, inspiring alumni dan networking untuk bisnis dan bekerja. Yang terakhir adalah penguatan kegiatan lembaga kemahasiswaan secara mandiri.