Sinergi untuk Unpad

Keri Lestari : Calon Rektor Unpad 2019 – 2024

SDM Unggul untuk Indonesia Maju

Kerilestari.id – Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menunjukkan keunggulan suatu bangsa dan mencerminkan daya saing bangsa di kancah dunia.

Indonesia membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul tapi cinta terhadap negara.

Kita butuh SDM unggul yang berhati Indonesia, berideologi Pancasila, menghargai keberagaman/kebhinekaan Indonesia. SDM unggul yang terus belajar , bekerja keras, berdedikasi menjaga NKRI

Indonesia memerlukan inovasi-inovasi yang disruptif, yang membalikkan masalah menjadi peluang, membalik sesuatu yg impossibile menjadi possibile, yang membuat kelemahan menjadi kekuatan dan keunggulan, yang mengubah kesulitan menjadi kemampuan. Berbekal inovasi & hilirisasi industri, kualitas SDM yg baik dan penguasaan teknologi, Indonesia bisa mengejar ketertinggalan, meraih keunggulan dan mampu melakukan “Quantum Leap” atau lompatan kemajuan untuk memanfaatkan sumber daya alamnya utk kesejahteraan & kemandirian bangsa Indonesia.

Momentum peningkatan SDM adalah sekarang tatkala berada di puncak periode bonus demografi antara tahun 2020 hingga 2024, Jika kita lebih fokus mengembangkan kualitas SDM dan berinovasi maka bonus demografi menjadi bonus lompatan kemajuan untuk INDONESIA MAJU.

Dr. Keri : Unpad Dukung Pengembangan Keuangan Syariah Berbasis Teknologi

Kerilestari.id – Universitas Padjadjaran (Unpad) mendukung pertumbuhan dan pengembangan keuangan sosial Syariah berbasis teknologi. Wakil Rektor Bidang Riset, Kerjasama, Inovasi dan Korporasi Akademik Universitas Padjadjaran, Dr. Keri Lestari, M.Si., Apt. mengatakan hal itu dalam konperensi pers terkait The 3rd ICONZ (The International Conference of Zakat) 2019 di Graha Sanusi Hardjadinata Universitas Padjadjaran, Bandung, Kamis (3/10/2019).

Keri menjelaskan, peranan Unpad dalam memberdayakan masyarakat dengan teknologi terkait dengan zakat 4.0 dilakukan dengan berusaha menjadi referensi solusi untuk masyarakat dengan berkolaborasi antar beberapa hasil riset interdisiplin.

“Dalam kaitannya dengan zakat 4.0, Unpad mengambil peran untuk memaksimalkan seluruh program studi dari fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) khususnya Program Studi Ekonomi Syariah dan program studi Teknik Informatika pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA),” katanya.

Keri memaknai optimalisasi pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis teknologi sangat mungkin diwujudkan dengan konsep socio-technopreneur university yang juga berlandaskan konsep ekonomi Pancasila.

Konsep socio-technopreneurial university yang dimaksudkan adalah entrepreneur berbasis teknologi yang berjiwa sosial dalam menyelesaikan permasalahan di masyarakat. Hal ini sesuai dengan tugas pemikiran ekonomi Pancasila yakni mengetahui bagaimana dan mengapa perilaku ekonomi masyarakat Indonesia tumbuh dan berkembang.

Keri berpendapat potensi, inovasi, dan ide dari setiap warga negara Indonesia dapat dikembangkan dengan optimal sesuai kepentingan masyarakat.

Penyelenggaraan konferensi internasional diselenggarakan Pusat Kajian Strategis BAZNAS dan Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran bertema “Zakat 4.0 Towards Empowering Ummah with Technology”. Acara yang berlangsung pada tanggal 3-4 Oktober 2019 ini, menghadirkan beberapa narasumber dari berbagai kalangan seperti regulator, praktisi, peneliti dan akademisi. 

Sumber : bipol.co

Dr. Keri : Unpad Akan Kembangkan Potensi Ubi Cilembu ke Ranah Global

[kerilestari.id, 24/9/2019] Wakil Rektor bidang Riset, Pengabdian Kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Korporasi Akademik, Dr. Keri Lestari, S.Si., M.Si., Apt. menyebutkan bahwa Universitas Padjadjaran (Unpad) akan membawa potensi yang dimiliki keranah global salah satunya potensi Ubi Cilembu.

“Potensi lokal yang juga menjadi ikon dari pangan Jawa Barat adalah Ubi Cilembu. Kami akan membina para petani lokal dengan meningkatkan kesejahteraan petani melalui Agri-tech dan Agribiz Integration,” ucapnya dalam sambutan acara Focus Group Discussion Bimbingan Teknis dan Pengembangan Ubi Jalar di Gedung Pusat Unggulan Kawasan Sains dan Teknologi, Selasa (24/9).

Selain itu, kata ia, Unpad juga akan mengembangkan model ekosistem penerapan pertanian presisi yang efisien dan efektif untuk Ubi Cilembu. Budidaya ubi Cilembu tersebut terbentuk oleh kerjasama banyak pihak, diantaranya Oorange Unpad dengan Pemerintah, Bank BRI melalui BRI Microfinance Center, ritase.com, innovation factory, dan DAI.

“Terdapat 3 agenda utama dari program integrated smart farming ini yakni profil tanah dan petani yang bertujuan untuk memperoleh data sehubungan dengan kondisi petani. Sebelum implementasinya, sosialisasi dan ToT dilakukan untuk meningkatkan kemampuan adaptasi petani terhadap teknologi. Kemudian pemantauan dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi, stakeholder yang relevan akan menerima akses untuk dasbor aplikasi,” katanya.

Menurutnya, pengembangan ubi jalar ini adalah salah satu inspirasi riset multidisiplin.

“Kami berharap agar nilai tambah dari produk lebih meningkat. Selain itu, kami akan memfasilitasi Bapak Ibu untuk bertemu dengan yang penjual atau penggunanya. Kita sudah membina komunitas dari Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang untuk bersama-sama mengembangkan Ubi Cilembu ini dari lokal ke global. Kita sudah dampingi baik online maupun offline,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dr. Keri Lestari menerangkan bahwa ubi cilembu adalah salah satu dari produk Unpad yang sesuai dengan Nawa Cita Presiden Joko Widodo pada periode pertama. Tentang bagaimana membuat hubungan antara perguruan tinggi dengan masyarakat supaya bisa bergulir hasil-hasil risetnya dan langsung dilakukan oleh masyarakat.

“Jadi kami di Unpad dalam rangka menghilirkan hasil riset, tidak hanya inovasi yang sifatnya hi-tech tetapi hasil riset yang juga dibutuhkan oleh masyarakat. Sehingga Unpad bisa menjadi referensi solusi bagi masyarakat,” tandasnya. (tha).

Sumber : radarsumedang.com

Dr. Keri Lestari Resmi Menjadi Calon Rektor Unpad 2019-2024

[Kerilestari.id, 21/9/2019] Majelis Wali Amanat Universitas Padjadjaran menetapkan enam Calon Rektor Unpad periode 2019-2024. Hal tersebut berdasarkan Keputusan Majelis Wali Amanat Unpad Nomor 13/UN6.MWA/KEP/2019 tanggal 20 September 2019.

Secara alfabetis, keenam Calon Rektor Unpad tersebut adalah:
1. Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, dr., Sp.M(K)., M.Kes., Ph.D.
2. Dr. Arry Bainus, M.A.
3. Prof. Dr. Ir. Hendarmawan, M.Sc.
4. Dr. Keri Lestari, Apt., M.Si.
5. Prof. Dr. Rina Indiastuti, S.E., MSIE.
6. Prof. Dr. Unang Supratman, M.Si.

Berdasarkan keputusan, keenam Calon Rektor tersebut berhak untuk mengikuti tahapan selanjutnya dalam proses Pemilihan Rektor Universitas Padjadjaran Periode Tahun 2019-2024.

Sebelumnya, sembilan Bakal Calon Rektor Unpad telah melalui tahapan penyaringan berupa pemaparan gagasan di hadapan sivitas akademika, tenaga kependidikan, alumni, masyarakat dan anggota Senat Akademik Unpad. Dari sembilan nama tersebut, terpilih enam Calon Rektor yang akan mengikuti tahapan selanjutnya.

Dr. Keri Sepakat Menristekdikti Punya 35% Hak Suara

BANDUNG, Kerilestari.id – Sebanyak 9 orang Bakal Calon Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad) Periode 2019-2024 telah memaparkan program serta gagasannya dalam rapat pleno terbuka senat akademik, Kamis (19/9/19).

Kesembilan balon Rektor Unpad itu ialah Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, dr., Sp.M(K)., M.Kes., Ph.D; Dr. Arry Bainus, M.A; Prof. Dr. Ir. Hendarmawan, M.Sc; Dr. Keri Lestari, M.Si., Apt; Prof. Dr. Reiza D. Dienaputra, M.Hum; Prof. Dr. Rina Indiastuti, S.E., MSIE; Prof. Dr. Sri Mulyani, Ak., CA; Dr. Toni Toharudin, M.Sc; dan Prof. Dr. Unang Supratman, M.Si,.

Sebelumnya sempat hangat diperbincangkan bahwa lima balon Rektor Universitas Padjadjaran menyatakan tidak setuju apabila Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi memiliki 35% hak suara di pemilihan Rektor pada perguruan tinggi berstatus PTNBH (Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum).

Sikap kelima dari sembilan bakal calon itu yakni Arry Bainus, Hendarmawan, Keri Lestari, Reiza D. Dienaputra, dan Toni Toharudin terlihat pada salah satu sesi Sosialisasi: Paparan Bakal Calon Rektor Unpad Periode 2019-2024 yang digelar di Ruang Serba Guna Gedung 2 Rektorat Unpad, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Selasa (17/9) yang dipandu Pakar Komunikasi Politik Universitas Indonesia Effendi Gazali.

Perlu diketahui bahwa, perguruan tinggi berstatus PTNBH, pemilihan rektor dilakukan oleh Majelis Wali Amanat (MWA). Salah satu unsur dalam MWA ialah Menristekdikti sebagai representasi pemerintah pusat. Dalam pemilihan rektor, ia mendapat hak suara 35% dari jumlah suara. Artinya, jika MWA Unpad beranggotakan 17 orang, maka seorang Menristekdikti pada pemilihan itu bernilai 6 suara dari total 17 suara.

Salah satu calon rektor Dr. Keri Lestari, M.Si., Apt yang menilai pada prinsipnya bukan tidak setuju atas hak suara menteri. “Ukuran itu yang ingin kita lihat biasanya kalau 35 persen itu untuk tiga kandidat calon rektor, sekarang ada 6 kandidat, apakah masih relevan yang 35 persen itu atau mungkin lebih atau malah kurang, sayangnya moderator tidak mengeksplor lebih lanjut,” ungkap Keri.

“Saya percaya Pak Menteri akan memperhatikan program para kandidat dalam memberikan suaranya, tinggal bagaimana panitia menyampaikannya pada beliau,” imbuhnya.

Pihaknya meyakini bahwa Menristekdikti mencari tim yang bisa mendukung terhadap pencapaian programnya. “Kepada siapapun beliau memberikan suara dengan persentasi berapapun itu, berdasarkan kesesuaian program calon rektor dengan program di Kemenristekdikti. Tapi intinya, saya setuju Pak Menteri harus mempunyai suara mayoritas, karena Unpad ini bagian dari NKRI dalam koridor pendidikan tinggi yang menjadi tanggung jawab Kemenristekdikti,” tandas Keri.

Dalam pemaparan rapat pleno terbuka, Keri memaparkan gagasan bagi Unpad untuk meraih Top 500 World Class University. “Intinya adalah Unpad mempunyai modal kuat yang sudah dirintis oleh para pendahulu sejak dilahirkannya Unpad 1957. Sebagai penerus ingin memberikan juga gagasan-gagasan agar Unpad mencapai keunggulan sesuai dengan tantangan dijamannya,” ucap Keri.

Ia pun mengaku, merasa beruntung karena mempunyai kesempatan untuk langsung belajar pada para rektor yang memang telah piawai menakhodai Unpad mencapai posisi terhormat sesuai tantangan di jamannya.

“Maka, yang kita akan lakukan adalah modifikasi, melanjutkan yang baik kemudian memodifikasi yang kira-kira harus dipertajam dan bagaimana memberikan kemanfaatan untuk civitas dan kemanfaatan untuk masyarakat sekitar,” pungkas Keri.***

Sumber : balebandung.com

Unpad Bersolusi untuk Negeri Ala Keri Lestari

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Belum lama ini, Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam pertemuan dengan sejumlah pemimpin redaksi media massa mengatakan, tahun pertama kepemimpinannnya merupakan fase investasi. Setelah investasi, maka fase selanjutnya adalah akselerasi. Dengan akselerasi, maka buah hasil yang diharapkan dari kepemimpinannya bisa segera dipetik.

Ketiga tahapan itu menjadi prosedur baku pada lembaga atau organisasi yang memiliki niat atau spirit untuk maju dan besar. Paparan Kang Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil, seolah mengingatkan kita pada kondisi kekinian dari kampus kebanggaan NKRI, khususnya Provinsi Jawa Barat, yakni Universitas Padjadjaran (Unpad).

Jika bercermin pada narasi orang nomor satu di Provinsi Jabar itu, maka kondisi Unpad saat ini memasuki fase akselerasi. Semua sepakat, fase investasi dan akselerasi bukanlah situasi yang tepat bagi kita untuk menikmati hal-hal yang mengenakan. Kedua fase itu sarat dengan kerja keras.

Unpad sejak 2018 berhasil bertengger sebagai World Class University (WCU). Menjadi WCU bukanlah tujuan terakhir dari Unpad. Predikat WCU seolah menjadi trigger atau pemantik untuk berlari menjadi kampus besar di Mancanegara.

Seperti kita ketahui, banyak akademisi, profesional, teknokrat, hingga pelaku wirausaha yang dilahirkan dari kampus berusia 62 tahun itu. Upaya melahirkan sumber daya manusia tersebut tetap akan menjadi fokus Unpad. Lebih dari itu, saat ini Unpad tengah mengakselerasi langkahnya demi mewujudkan amanat eksistensinya di Tanah Air, khususnya di Provinsi Jabar.

Kolaborasi atau sinergi menjadi kata kunci yang akan diimplementasikan oleh Unpad. Dalam menggapai cita-cita besar Unpad tersebut, Wakil Rektor Bidang Riset, Kerjasama, Inovasi, dan Korporasi Akademik Unpad Dr Keri Lestari menjadi salah satu figur yang terlibat.

Keri menyadari betul, dengan sinergi lintas lembaga, maka aset dan karya riset yang menjadi keunggulan perguruan tinggi, khususnya Unpad, bisa menghadirkan manfaat yang lebih nyata dan massif bagi bangsa ini.   

Itulah yang melatarbelakangi Unpad sejak tahun lalu menggulirkan Program Riset Unggulan Unpad dan Kerjasama untuk Masyarakat Sejahtera (Riung Karsa). Riung Karsa merupakan salah satu upaya untuk menyinergikan antara karya akademik dengan kemaslahatan bangsa.

Paling tidak, menurut Keri, potensi yang dimiliki Unpad itu bisa menjadi kebutuhan masyarakat dan industri. ‘’Unpad memiliki segudang peneliti di dalamnya. Kami sengaja mendorong karya para peneliti di kampusnya dapat dikonsumsi oleh industri dan masyarakat,’’ ujarnya.

Para dosen peneliti dan tenaga kependidikan Unpad, kata dia, dipersilahkan untuk menyelenggarakan aktivitas riset dan pengabdian kepada masyarakat secara gencar. Keri menyebutkan, Riung Karsa akan mengangkat sejumlah tema dan upaya untuk disinergikan dengan sejumlah pihak.

‘’Kami tidak bosan-bosannya menegaskan, hasil riset harus maslahat untuk masyarakat dan bangsa ini,’’ tambah Keri. Diakui dia, Unpad berkewajiban turut menyelesaikan persoalan bangsa. Menularkan hasil riset unggulan ke masyarakat, tegas dia, merupakan salah satu cara Unpad berkontribusi terhadap bangsa.

Strategi untuk Mahasiswa

Seiring dengan menggapai cita-cita besar itu, pihaknya juga menggulirkan sejumlah solusi untuk para mahasiswanya. Keri menawarkan solusi berkelanjutan untuk memudahkan mahasiswa mendapatkan kesempatan dan beasiswa bertaraf internasional, serta memfasilitasi pertukaran pelajar antara World Class University lainnya.

Strateginya, yakni dengan mengaktifkan kembali Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Karir, serta membuat Direktorat Kerjasama dan Alumni (regovernansi). ‘’Saya akan mengaktifkan kembali Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Karir, agar mahasiswa mendapat dukungan untuk berprestasi dan mengembangkan karakter,” kata Keri.

Selanjutnya, papar Keri, Career Development and Scholarship Centre untuk coaching clinic dan pendampingan start-up, dan inkubasi bisnis mahasiswa. Kemudian, membentuk tim sukses Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) dengan diawali Pekan Ilmiah Mahasiswa Unpad (PIMPAD).

Pihaknya juga akan segera memfasilitasi Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Kemudian, untuk menyikapi fenomena-fenomena yang tidak diinginkan dalam kehidupan mahasiswa seperti pelecehan seksual, bunuh diri, stres, dan lain sebagainya, Keri menawarkan Program Hidup Sehat Bersama Sahabat (HEBAT).

Program ini akan membentuk peer councelor dari mahasiswa agar satu sama lain dapat saling berempati dan peduli terhadap kesehatan mental. Selanjutnya, inspiring alumni dan networking untuk bisnis dan bekerja. Yang terakhir adalah penguatan kegiatan lembaga kemahasiswaan secara mandiri.

Solusi Lestari : Unpad dan Gachon University Korea Jalin Kerjasama

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Eksistensi Universitas Padjadjaran (Unpad) sebagai world class university (WCU) kian menguat. Kali ini, Unpad dilirik oleh Gachon University Korea Selatan dalam menjalin kerja sama sejumlah program.

Kerjasama antara Unpad dan Gachon University Korea Selatan ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara kedua perwakilan kampus di Executive Lounge Rektorat Unpad, Jalan Dipatiukur No 35, Kota Bandung, Selasa (10/9). Wakil Rektor Bidang Riset, Pengabdian Pada Masyarakat, Kerjasama, Inovasi dan Korporasi Akademik Unpad Dr Keri Lestari menyambut langsung kunjungan Mr Kim Jun Ki (Direktur Kerjasama Internasional) dan Mr Prof Choi Kyung Jin (Dekan) dari Gachon University Korea Selatan.

Kunjungan pimpinan Gachon University Korea Selatan itu difasilitasi oleh Korean Institute for Education and Culture (KIEC) dan Unpad. Kedatangan mereka ke Unpad dalam rangka penandatanganan MoU dan tindak lanjut dari rencana kerjasama pembentukan Korean Centre.

photo

Unpad dan Gachon University Korea

Wakil Rektor Unpad Dr Keri Lestari mengatakan, penandatanganan MoU tersebut bertujuan untuk menguatkan kolaborasi Unpad melalui program partnership dengan universitas luar negeri. Kali ini, menurut dia, kerja sama antar perguruan tinggi dengan Korea Selatan. Sebelumnya, papar dia, Unpad juga banyak menjadi kerja sama dengan perguruan tinggi ternama di luar negeri. ‘’Hal seperti ini penting bagi Unpad dalam upaya meningkatkan reputasi global dan membangun performa Unpad sebagai world class university,’’ ujar Keri di Kampus Unpad, Selasa (10/9).

Keri menjelaskan, kerjasama yang dirancang Unpad dengan Gachon University mencakup program student exchange, program double degree, summer program, joint research, beasiswa serta staff exchange.

Lebih lanjut, kata Keri, Universitas Gachoon Korea mempunyai reputasi yang baik di Korea dan  global. Terpilihnya Unpad sebagai partner, tegas dia, menunjukkan bahwa Gachon University memiliki kepercayaan atas kualitas dan kapabilitas Unpad.

‘’Kami selalu optimistis, segala upaya Unpad selama ini, termasuk kerja sama dengan Gachon University, akan meningkatkan reputasi Unpad,’’ tegas dia. Selain itu, papar dia, banyak keuntungan yang akan diraih Unpad dengan pola kerja sama lintas Negara tersebut.

Sumber : republika.co.id

Keri Lestari Apresiasi Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional

Jatinangor (4/9/2019). Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran (Unpad) bekerjasama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Farmasi (BEM Kemafar) mengadakan acara apresiasi prestasi mahasiswa Fakultas Farmasi di Auditorium Farmasi, Jatinangor.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Pengabdian Masyarakat, Inovasi dan Korporasi Akademik, Dr. Keri Lestari, MSi., Apt, Dekan Fakultas Farmasi, Prof. Ajeng Diantini, MS., Apt., Wakil Dekan Farmasi, Prof. Muchtaridi, Apt., Kepala Departemen Biologi Farmasi, Dr. Tiana Milanda, Manajer Akademik dan Kemahasiswaan, Nasrul Wathoni, Ph.D., Apt., Ketua BEM Kemafar, Hanif, dan sekitar 300 mahasiswa Fakultas Farmasi.

Dalam acara ini, Dekan Fakultas Farmasi memberikan penghargaan kepada mahasiswa Fakultas Farmasi yang berprestasi di tingkat nasional berupa uang pembinaan dan penurunan UKT.

“Pemberian penghargaan ini harus memicu teman-teman lainnya untuk lebih berprestasi dikemudian hari. Kita gembira telah berhasil meraih medali Perak di Pimnas Ke-32, sebuah prestasi tingkat Nasional yang patut diapresiasi” Tutur Prof. Ajeng.

Sementara itu, dihadapan sekitar 300 orang mahasiswa Fakultas Farmasi, Dr. Keri Lestari memberikan apresiasi dan sambutan inspiratif kepada seluruh mahasiswa yang hadir dengan memberikan sharing pengalamannya.

“Saya bisa berprestasi karena sinergi dari semua, akhirnya dulu bisa menjadi mahasiswa berprestasi Nasional peringkat 3. Sebelum menjadi WR3, saya menjadi Dekan Farmasi. Dan saat ini, memberanikan diri menjadi calon rektor Unpad berkat dukungan semua pihak.” Kata Dr. Keri.