Sinergi untuk Unpad

Keri Lestari : Calon Rektor Unpad 2019 – 2024

UNPAD TOP 500 World Class University #SustainableSolution

Solusi Lestari : Unpad dan Gachon University Korea Jalin Kerjasama

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Eksistensi Universitas Padjadjaran (Unpad) sebagai world class university (WCU) kian menguat. Kali ini, Unpad dilirik oleh Gachon University Korea Selatan dalam menjalin kerja sama sejumlah program.

Kerjasama antara Unpad dan Gachon University Korea Selatan ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara kedua perwakilan kampus di Executive Lounge Rektorat Unpad, Jalan Dipatiukur No 35, Kota Bandung, Selasa (10/9). Wakil Rektor Bidang Riset, Pengabdian Pada Masyarakat, Kerjasama, Inovasi dan Korporasi Akademik Unpad Dr Keri Lestari menyambut langsung kunjungan Mr Kim Jun Ki (Direktur Kerjasama Internasional) dan Mr Prof Choi Kyung Jin (Dekan) dari Gachon University Korea Selatan.

Kunjungan pimpinan Gachon University Korea Selatan itu difasilitasi oleh Korean Institute for Education and Culture (KIEC) dan Unpad. Kedatangan mereka ke Unpad dalam rangka penandatanganan MoU dan tindak lanjut dari rencana kerjasama pembentukan Korean Centre.

photo

Unpad dan Gachon University Korea

Wakil Rektor Unpad Dr Keri Lestari mengatakan, penandatanganan MoU tersebut bertujuan untuk menguatkan kolaborasi Unpad melalui program partnership dengan universitas luar negeri. Kali ini, menurut dia, kerja sama antar perguruan tinggi dengan Korea Selatan. Sebelumnya, papar dia, Unpad juga banyak menjadi kerja sama dengan perguruan tinggi ternama di luar negeri. ‘’Hal seperti ini penting bagi Unpad dalam upaya meningkatkan reputasi global dan membangun performa Unpad sebagai world class university,’’ ujar Keri di Kampus Unpad, Selasa (10/9).

Keri menjelaskan, kerjasama yang dirancang Unpad dengan Gachon University mencakup program student exchange, program double degree, summer program, joint research, beasiswa serta staff exchange.

Lebih lanjut, kata Keri, Universitas Gachoon Korea mempunyai reputasi yang baik di Korea dan  global. Terpilihnya Unpad sebagai partner, tegas dia, menunjukkan bahwa Gachon University memiliki kepercayaan atas kualitas dan kapabilitas Unpad.

‘’Kami selalu optimistis, segala upaya Unpad selama ini, termasuk kerja sama dengan Gachon University, akan meningkatkan reputasi Unpad,’’ tegas dia. Selain itu, papar dia, banyak keuntungan yang akan diraih Unpad dengan pola kerja sama lintas Negara tersebut.

Sumber : republika.co.id

Keri Lestari Apresiasi Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional

Solusi Lestari : Sinergi untuk Peningkatan Kualitas Inovasi Pembelajarn Unpad

Dunia sudah memasuki era digital di mana tuntutan terhadap kualitas Sumber Daya Manusia lulusan perguruan tinggi semakin tinggi. Kuantitas bukan lagi menjadi indikator utama kesuksesan bagi suatu perguruan tinggi, melainkan kualitas lulusannya. Kesuksesan sebuah negara dalam menghadapi revolusi industri 4.0 erat kaitannya dengan inovasi yang diciptakan oleh sumber daya yang berkualitas, sehingga Perguruan Tinggi wajib dapat menjawab tantangan untuk menghadapi kemajuan teknologi dan persaingan dunia kerja di era globalisasi.

Dalam menciptakan sumber daya yang adaptif dan inovatif dalam menghadapi perkembangan zaman, perguruan tinggi harus senantiasa menyesuaikan sarana dan prasarana pembelajaran dalam hal teknologi informasi dan komputerisasi. Kampus yang memfasilitasi infrastruktur pembelajaran tersebut diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang terampil dalam aspek literasi data, literasi teknologi dan literasi manusia. Terobosan inovasi akan berujung pada peningkatan produktivitas industri dan melahirkan perusahaan pemula berbasis teknologi, seperti yang banyak bermunculan di Indonesia saat ini.

Peserta penjaringan bakal calon rektor Universitas Padjadjaran periode 2019-2024, Keri Lestari, menjelaskan bahwa Universitas Padjadjaran harus memastikan hal tersebut dimiliki oleh seluruh sivitas akademika, termasuk dosen dan tenaga kependidikan (tendik).

“Sebagai sebuah lembaga pendidikan, Universitas Padjadjaran harus mampu memberikan jaminan terkait dengan penyelenggaran layanan pendidikan yang berkualitas sesuai dengan zamannya. Saat ini sudah memasuki zaman teknologi, maka itu harus kita fasilitasi dengan perkembangan teknologi juga,” jelas Keri.

Keri mengatakan bahwa ia akan memprakarsai system digital learning di Universitas Padjadjaran dengan melakukan pembenahan pada infrastruktur dan juga kurikulum yang mendukung proses pembelajaran di era digital. Integrated Information System akan lebih dimaksimalkan untuk mendukung proses digital learning tersebut. Para alumni kemudian akan turut dilibatkan untuk terlibat dalam proses pembelajaran.

“Kita akan terus bersinergi dengan para alumni. Mereka bisa membagi pengalamannya sebagai yang sudah menjadi praktisi di era teknologi dalam bidangnya masing-masing,” tambah Keri.

Era teknologi bakal dimanfaatkan juga untuk mengembangkan budaya Sunda. Keri akan mengembangkan program digitalisasi Budaya Sunda yang saat ini sudah berjalan di Universitas Padjadjaran. Tujuannya agar mahasiswa Universitas Padjadjaran dan seluruh generasi muda yang ada di Jawa Barat bisa terus menikmati budaya Sunda lewat media yang lebih modern.

“Ini akan menjadi bukti cinta dan kontribusi nyata kami(Universitas Padjadjaran) kepada Jawa Barat. Apalagi kita sudah memasuki era universitas generasi keempat di mana seluruh sivitas akademika harus memberikan sumbangsing nyata untuk pengembangan Regional. Unpad ya harus nyaah ke Jabar.” Tutup Keri.

Solusi Lestari : Sinergi Pentahelix untuk Unpad dan Pengembangan UKM

Pengesahan Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa memacu pemerintah untuk mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Pemerintah Jawa Barat.

Dari sekitar 5.000 BUMDes yang telah terbentuk di Jabar, banyak di antaranya yang telah meraih sukses. Namun, tidak sedikit pula yang baru sebatas berdiri, bahkan sebagian lagi malah layu sebelum berkembang akibat berbagai persoalan yang dihadapi BUMDes, termasuk sulitnya mengakses permodalan.

Para pengelola BUMDes mengalami kesulitan ketika berhadapan dengan Lembaga resmi yang memimiliki akses pemodalan. Salah satunya adalah bank. Pihak bank sendiri mengalami kesulitan untuk menyalurkan modal ke BUMDes. Kondisi itu mengakibatkan kebuntuan, baik dari pihak BUMDes maupun bank dalam pengembangan BUMDes.

Menurut Peserta Penjaringan Bakal Calon Rektor Universitas Padjadjaran, Dr. Keri Lestari, hal tersebut bukan hal yang aneh.  Bahkan, Dr. Keri menyebut, kondisi tersebut sebagai hal lumrah dari sebuah inovasi kebijakan yang memang memerlukan penyempurnaan.

Keri yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor bidang Riset, Pengabdian pada Masyarakat, Kerja Sama, dan Korporasi Akademik Universitas Padjadjaran ini menyatakan bahwa solusi untuk pengembangan BUMDes ini adalah  pelibatan semua pihak lewat konsep pentahelix. Konsep Pentahelix tersebut merupakan sinergi dari peran masyarakat, akademisi, dunia usaha, pemerintah, hingga media massa.

“Bicara bisnis tidak bisa sendiri, butuh sinergitas dari seluruh pihak demi tercapainya percepatan usaha. Sebab, pembentukan usaha harus dibarengi dukungan market (pasar), jejaring, regulasi, hingga sosialisasi lewat media massa,” papar Keri.

Keri kemudian mengatakan bahwa BUMDes adalah daya ungkit bagi perekonomian di desa. Masyarakat desa setidaknya kini memiliki wahana untuk berinteraksi dan berkomunikasi membuat sebuah usaha perekonomian.

“Kita (Universitas Padjadjaran) harus senantiasa mendukung dan terus bersinergi. Apalagi Saat ini, universitas sudah sampai di generasi keempat. Universitas tidak hanya dituntut untuk menghasilkan lulusan yang menjadi professional, ilmuwan, atau pengusaha. Para lulusan dari universitas generasi keempat ini harus memberikan sumbangsih nyata kepada pengembangan wilayah,” ujar Keri.

Solusi Lestari: Sinergi Kekuatan Ekonomi Unpad dan Jawa Barat

Bandung (3/9/2019). Kemiskinan terus menjadi masalah yang menakutkan di Jawa Barat. Bappeda Jawa Barat merilis data bahwa angka  pemerataan pendapatan dan pengurangan kemiskinan di Jawa Barat ada di angka 6,13%. Angka tersebut menjadi salah satu yang paling buruk di Indonesia. Kondisi tersebut juga diikuti dengan masalah pengangguran di Jawa Barat di mana menurut angka dari BPS, Jawa Barat ada di posisi pertama sebagai penyumbang pengangguran terbanyak di Indonesia.

Dikutip dari Kepala Bappeda Jawa Barat, Taufiq Budi Santoso kemudian menambahkan bawa para peneliti kemudian diharapkan mampu menemukan masalah utama perekonomian di Jawa Barat, termasuk masalah pengangguran. Dari riset tersebut juga diharapkan lahir solusi nyata bagi masalah tersebut.

Sinergi antara para akademisi di universtas dan juga pemerintah daerah sangat diperlukan untuk penyelesaian masalah ini. Universitas Padjadjaran, salah satu perguruan tinggi nasional harus bergerak aktif untuk bisa memberikan solusi untuk permasalahan yang ada di Jawa Barat, termasuk permasalahan kemiskinan di wilayah Jawa Barat. Hal itu diungkapkan oleh Keri Lestari sebagai peserta penjaringan bakal calon rektor 2019-2024.

“Intinya adalah sinergi. Unpad harus selalu bersinergi dengan pemerintah untuk menawarkan solusi dari riset yang terintegrasi dengan masalah yang dihadapi pemerintah, termasuk dalam permasalahan ekonomi di Jawa Barat untuk mewujudkan Jabar Juara dan Indonesia Maju” ujar Keri.

Keri kemudian mengatakan bahwa Unpad memiliki tujuan untuk menjadi sociopreneurial university. Unpad sedang menyiapkan lulusannya untuk bisa memiliki usaha berbasis teknologi yang tidak hanya mencapai profit, tetapi harus memberikan dampak positif bagi lingkungan. Salah satunya adalah dengan membuka lapangan pekerjaan. Apalagi saat ini, Universitas sudah memasuki generasi keempat.

“Mengacu pada model Universitas generasi keempat di mana universitas tidak hanya sekedar menghasilkan professional, ilmuwan, dan juga pengusaha. Tetapi juga lulusan yang memberikan solusi untuk masyarakat,” jelas Keri.

Selama ini, Keri sudah mendorong para sivitas akademika di Universitas Padjadjaran untuk melahirkan inovasi yang selain bernilai ekonoms juga memberikan dampak positif bagi pengembangan wilayah. Beberapa produk baru kemudian dihadirkan oleh Keri. Salah satunya adalah Teh Dia, teh yang ramah bagi pengguna diabetes.

““Pengembangan produk “Tehdia” juga menggunakan model sosioteknopreuneur. Konsep ini mengedepankan kondisi sosial masyarakat untuk mendapatkan teknologi tepat guna dan arahkan masyarakat terlibat untuk sisi entrepreneur produk ini,” kata Keri Lestari

Solusi Lestari : Sinergi Riset dan Inovasi untuk Jabar Juara

Bandung (2/9/2019). Saat ini, dunia memasuki era Suistinable Development Goals (SDG’s) dengan prinsip utamanya yaitu no one left behind. Seluruh bangsa, termasuk Indonesia, mengedepankan prinsip pelaksanaan dengan inklusivitas, yakni melibatkan baik unsur pemerintah maupun non pemerintah seperti pelaku usaha, filantropi, organisasi masyarakat, juga akademisi dan perguruan tinggi agar semakin banyak masyarakat yang terlibat.

Hal tersebut menuntut perguruan tinggi harus memberikan dampak nyata dengan kewajiban tri dharma perguruan tinggi yang dimiliki oleh semua kampus. Pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian pada masyarakat harus berdampak nyata bagi masyarakat Hal tersebut diungkapkan oleh Keri Lestari, Peserta Penjaringan Bakal Calon Rektor Universitas Padjadjaran periode 2019-2024.

“Sekarang semua stakeholder dalam perguruan tinggi harus mengoptimalkan tri dharma perguruan tinggi untuk pengembangan di sekitar wilayah kampus,” ujar Keri Lestari.

Saat ini, Universitas Padjadjaran sudah memiliki SDG’s center yang telah bekerja selama dua tahun terakhir.  SDGs Centre dibangun untuk membuat sebuah studi mengenai SDGs yang nantinya akan menghasilkan rekomendasi kebijakan pada pemerintah daerah.

Dalam strateginya di kontestasi pemilihan Rektor Universitas Padjarajan, Keri Lestari ingin menyinergikan seluruh sivitas akademika di Universitas Padjadjaran untuk memberikan sumbangsih nyata untuk Universitas Jawa Barat. Apalagi Saat ini, universitas sudah sampai di generasi keempat. Universitas tidak hanya dituntut untuk menghasilkan lulusan yang menjadi professional, ilmuwan, atau pengusaha. Para lulusan dari universitas generasi keempat ini harus memberikan sumbangsih nyata kepada pengembangan wilayah.

 “Kata kunci utamanya adalah sinergi. Kita (Unpad) harus bisa terus bersinergi dengan pemerintah Jawa Barat untuk bisa memberikan solusi nyata yang impactful bagi masyarakat Jawa Barat dan membantu mewujudkan Jabar Juara,” tambah Keri.

Yuk Buat Avatar Sendiri, Dukung “Sinergi Untuk Unpad”

Jatinangor, 3/9/2019. Dalam rangka mensosialisasikan program Sinergi untuk Unpad, Civitas Akademika Universitas Padjadjaran baik itu para Dosen, Tenaga Kependidikan, Mahasiswa, maupun alumni bisa berperan serta membuat Avatar dan mengunggahnya sebagai profil picture di akun media sosial masing-masing.

Caranya mudah, ikuti link berikut ini

http://kerilestari.id/avatar/

Upload foto terbaikmu, kemudian download dan silahkan pergunakan sesuai peruntukannya!

Keri Lestari Luncurkan 7 Strategi Sinergi Unpad

Bandung (2/9/2019) – Dr. Keri Lestari, M.Si., Apt., memberikan paparan gagasan selama 5 menit di depan Panitia Pemilihan Rektor Universitas Padjadjaran, Majelis Wali Amanat, dan para awak media di executive lounge, Unpad, Bandung .

Berikut adalah pemaparan gagasan dari Dr. Keri :

Pengembangan pendidikan di Jawa Barat memiliki peluang yang besar untuk mewujudkan pendidikan yang sinergi dengan berbagai komponen pembangunan. Penyelenggaraan pendidikan yang baik adalah yang mampu  memahami dan menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat. Tentu saja hal ini tidak dapat tercapai tanpa adanya sinergi dari berbagai pihak mulai dari akademik, bisnis, pemerintah, media, dan masyarakat. 

Universitas Padjadjaran saat ini bertransformasi menjadi 4th generation university. Dalam fase ini, Unpad bukan hanya menciptakan profesional, ilmuwan dan pengusaha, namun memiliki andil dalam meningkatkan kompetensi regional. Unpad telah secara proaktif mempengaruhi pembangunan ekonomi berbasis lokal menjadi ujung tombak pengembangan wilayah.

Keri Lestari, salah satu dari sembilan calon Rektor Unpad Periode 2019-2024 menerangkan, “Sebagai universitas generasi keempat, Universitas Padjadjaran juga mempunyai peran untuk pengembangan wilayah. Sehingga pencapaian tertinggi Unpad bukan hanya dalam segi akademis dan pemeringkatan serta World Class University, namun juga sebagai agen pengembangan wilayah di Indonesia khususnya  Jawa Barat.”

Strategi yang disiapkan Keri untuk membawa Unpad masuk dalam 500 besar ranking universitas sedunia terangkum dalam SINERGI UNPAD. Sinergi adalah intersksi harmonis yang melibatkan kepercayaan, komunikasi efektif, feedback yang cepat dan kreativitas untuk bergerak bersama menghasilkan sesuatu yang optimal. Strategi SINERGI diimplementasikan dalam 7 kata kunci yaitu Socio-technopreneurial University, Inclusivity, Nationalism, Education, Respect, Go Global, dan  Impactful.

“SINERGI berarti menghargai keberagaman dan menguatkan kebersamaan sivitas akademika Unpad agar bergerak bersama ke arah yang lebih baik untuk kemaslahatan Jawa Barat dan Indonesia,” terang Keri.

Dengan SINERGI, Keri optimis dapat  memastikan aktivitas tri dharma Perguruan Tinggi Universitas Padjadjaran yang dilakukan oleh segenap Civitas Akademika Universitas Padjadjaran memberikan dampak nyata terhadap masyarakat Indonesia terutama Jawa Barat, dan masyarakat global.

Secara spesifik, strategi SINERGI yang Keri luncurkan untuk masyarakat adalah Socio-technopreneurial University yang berarti mengembangkan usaha berbasis teknologi yang melibatkan masyarakat untuk kesejahteraan masyarakat serta mendukung kekuatan finansial Unpad dengan ekosistem inovasi Unpad 4.0. Selain itu, Nationalism, yang artinya Unpad berperan sebagai referensi solusi di tengah dinamika global yang dihadapi bangsa Indonesia. Education, Unpad menyelenggarakan inovasi pendidikan yang berkualitas dan menjangkau segenap lapisan masyarakat mencetak SDM unggul untuk Indonesia maju

Sedangkan untuk dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa adalah Inclusivity berarti menghadirkan tata kelola UNPAD yang inklusif dengan manajemen partisipatif  untuk semua sivitas akademika Unpad. No One Left Behind. Selanjutnya, Respect, berarti menciptakan iklim komunikasi organisasi yang saling menghormati dan menjaga kehormatan Unpad secara internal maupu eksternal bersama alumni, lembaga lembaga funding, organisasi internasional lainnya. Kemudian, Go Global Unpad hadir untuk memfasilitasi hasil karya dan inovasi segenap sivitas akademika, baik tendik, dosen, mahasiswa, dan alumni dengan mengangkat potensi lokal untuk bersaing secara global (local-global interconnectivity). Mengangkat keberagaman dan kebersamaan Unpad ditingkat dunia. Impactful berarti memastikan aktivitas tri dharma Perguruan Tinggi Universitas Padjadjaran yang dilakukan oleh segenap Civitas Akademika Universitas Padjadjaran memberikan dampak nyata terhadap masyarakat Indonesia khususnya Jawa Barat dan masyarakat global.

Keri menegaskan dirinya akan mengoptimalkan Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni untuk memfasilitasi kegiatan kemahasiswaan secara optimal sehingga performa tingkat nasional dan internasional dapat tertata dengan baik. Serta Direktorat Pengelolaan Investasi untuk menguatkan kekuatan finansial Unpad.

Sebagai universitas generasi keempat, Universitas Padjadjaran juga mempunyai peran untuk pengembangan wilayah. Sehingga pencapaian tertinggi Unpad bukan saja dalam pemeringkatan dan WCU, namun juga sebagai agen pengembangan wilayah di Indonesia terutama di Jawa Barat. Sehingga Sinergi Unpad juga turut mewujudkan Jabar Juara dan Indonesia Maju.

Berikut adalah file pemaparan gagasan Dr. Keri

[embeddoc url=”http://farmasi.unpad.ac.id/wp-content/uploads/KERI-SINERGI-UNPAD-PRESENTASI.pdf” download=”all”]